• “Buk ne, mari cepetan. Nanti magrib di jalan.’’ Sutiyo didepan rumah. Istrinya, Sutiyah sedang bersiap-siap di dapur. Keduanya bekerja sebagai guru mengaji di kampung ...
  • AZAN subuh baru saja usai. Beberapa warga perlahan menuju mesjid. Memenuhi panggilan Sang Rabb. Hening. Perlahan semilir angin menghembus, menerpa daun pintu rumah-rumah penduduk. ...
  • Sayup-sayup terdengar derap kaki. Perlahan. Bahkan sangat perlahan. Bayang-bayang manusia berkelebat dibalik pohon pisang. Mengendap. Sesekali merunduk. Menghindari sinar bulan yang pucat. Malam itu, ...
  • MUKA kusam itu terlihat jelas. Wajah dua gadis itu seperti buah jeruk perut. Tak berbentuk dengan bibir dimajukan ke depan. Memendam amarah tak berkesudahan. ...
  • WAJAH sumringah mengantre di depan gedung bertingkat dua. Pintu bermuka dua itu hanya dibuka separuh. Di depan pintu, sebuah meja diisi dua petugas berpakaian ...
  • AKU dicap sebagai generasi pembaharu. Membawa gagasan dan ide-ide baru. Berkukuh pada prinsip keadilan sebagai satu tujuan. Menegakkan hukum untuk semua lapisan.   Tanpa ...
  • DI tepian waduk ini, berkelompok pria dan wanita duduk bersama. Menghadap ke waduk diterangi temaram lampu kuning keemasan. Sesekali tertawa renyah. Di sudut lokasi, ...
  • SENYUM simpul wanita ringkih di pembaringan itu mengambang. Tangannya nanar menatap langit-langit ruang. Penuh cat putih dengan lampu mengantung menerangi seisi bangunan. Matanya menatap ...
  • KAMI duduk selonjor di teras rumah, setelah berziarah, ke pemakaman Ayah. Bersandar ke dinding papan dicat warna hijau muda. Emak duduk persis di samping ...